Selasa, 20 Maret 2012

PEMAKAMAN


Kemarin, aku berjanji pada diriku sendiri untuk pelan-pelan memaafkanmu. Melupakan segala yang hal yang membuatku merasa tersakiti. Hingga pada akhirnya, aku memberimu satu kesempatan. Bukan kesempatan untuk memperbaiki hari lalu, tapi untuk membuat sebuah kenangan baru untukku. Kenangan yang akan kukenang dengan penuh ketenangan nantinya.

Dan untuk kesekian kalinya, aku merasa menjadi manusia yang tidak belajar dari peristiwa-peristiwa di masa lalu. Kesempatan yang kuberikan pada diriku juga pada dirimu untuk memperbaiki keadaan tidak lebih hanya menjadi sebuah kesempatan untuk menambah daftar penderitaan.

Tapi, aku merasa pantas untuk mengucapkan terima kasih untukmu. Terima kasih yang sangat banyak, karena rasa sakit yang kamu berikan membuat aku memiliki keberanian untuk mengubur segalanya. Segala yang mengingatkanku kepadamu. Termasuk mengubur ingatan tentangmu di kepalaku. Tak perlu lagi peduli jika hanya menyakiti diri sendiri.

Aku merasa seperti baru saja berjongkok meninggalkan pemberat yang selama ini terikat dengan erat. Aku merasa bebas.!

Kini, izinkan aku sendiri. Memikirkan diri sendiri. Melakukan hal-hal yang berfokus pada diri sendiri. Sediri dalam waktu yang lama.

Sabtu, 17 Maret 2012

DIAM


Dalam diam yang berkepanjangan, ada hubungan yang cukup lama tidak tahu harus diselesaikan dengan cara apa...

Dalam diam yang berkepanjangan, ada kita yang lelah untuk saling memperjuangkan...

Dalam diam yang berkepanjangan, ada kita yang dipaksan untuk saling melupakan kerena perbedaan KEYAKINAN...

Dalam diam yang berkepanjangan, ada kita yang tetap mengenang dalam kenangan...

Dalam diam yang berkepanjangan, ada aku yang tetap menengadahkan tangan untukmu. Untuk kamu yang dulunya adalah alasanku berbahagia...

Dalam kesendirian yang berkepanjangan, ada aku yang masih menjaga KESETIAAN pada kamu yang telah MENDUA...

Kamis, 15 Maret 2012

Oh.....

Untuk siapa saja yang pernah tersungkur karena PENGHIANATAN baik oleh teman atau kekasih....

Ketika kamu dikhianati, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menangis. Tapi bukan menangisi kehilangannya (orang yang menghianatimu), menangislah untuk dirimu sendiri. Menangislah karena kamu telah salah memilih orang untuk dipercaya....

Selanjutnya, mari bersyukur karena kamu telah kehilangan satu orang penghianat dalam hidupmu. Seseorang yang memang tidak seharusnya dipertahankan dalam hidupmu. Seseorang yang tidak pantas untuk mendapatkan satu detik pun perhatianmu dari segenap waktu yang kamu punya....

Selasa, 13 Maret 2012

Talk to You 1


Saya tidak punya banyak waktu luang untuk sekedar mengutak-atik pikiran atau sekedar mengubah keputusan. Putus, ya putus! Saya tidak ingin memperpanjang masalah yang sudah susah dan payah kita selesaikan kemarin.

Tidak akan ada yang berubah meskipun hari ini kita kembali berkomitmen. Mengikat diri dengan tali abstrak yang kita sebut PERASAAN dengan alasan bahwa kamu juga saya masih mencintai satu sama lain.

Tapi, kita tidak lagi dalam kondisi yang tepat untuk memonyet-monyetkan diri (kata Mardian) dalam hal cinta. Kita bukan lagi remaja naif yang berpikir bahwa cinta saja cukup untuk hidup ini. Karena kamu, saya juga orang lain tau, bahwa kita akan tetap terbentur pada masalah yang sama. Beda Keyakinan.

*teruntuk yang kucinta Fransiskus Budang



Rabu, 07 Maret 2012

The Way


Egoku menginginkan kamu di sisiku selamanya. Membahagiakanku dan kubahagiakan dengan cinta paling jujur yang pernah dialami oleh dua manusia.

Tapi cinta membuatku memilih cara lain. Kubiarkan kau pergi agar kau bisa menjadi dirimu sendiri. Kubiarkan kau pergi ketika kau menderita bertahan dan mempertahankanku. Kubiarkan kau pergi agar kau jauh lebih bahagia....

*Kamu dan aku akan jauh lebih bahagia bila tidak bersama...!!!

Sabtu, 25 Februari 2012

Talk to U


Kita persis seperti air-air yang dialirkan dari dua sungai yang berbeda. Kemudian bertemu pada satu titik namun bukan muara. Arus kehidupan yang terus bergerak memaksa kita untuk memilih. Aku yang kala itu masih terlalu dini untuk mengambil keputusan besar, sama sekali tidak memiliki keberanian untuk memilih mengalir bersamamu. Ada banyak hal yang aku pertimbangkan, tidak hanya Tuhan tapi juga lingkungan. Terlebih lagi, aku sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk mengajakmu mengalir bersamaku dengan pertimbangan yang sama pula.

Tuhan, Sang Arsitek kehidupan kita ini telah merancang takdir yang terbaik di mata-Nya tanpa memberi kita celah untuk memilih "pilihan" lain. Aku hanya bisa menganggap ini sebagai "takdir burukku", sebab bukankah segalanya telah di rencanakan jauh sebelum tangis pertama kita pecah di bumi ini. Ada kontrak yang telah kita tanda tangani dengan Tuhan sebelum "ruh" kita di tempatkan dalam janin di rahim ibu. Kini, segala yang terjadi hanyalah konsekuensi dari kontrak itu.

Mungkin beginilah cinta, terluka menjadi syarat mutlak untuk membuktikannya. Dan aku telah merelakan tahun-tahun setelah September 2010 itu dipenuhi dengan air mata. Kehilanganmu mungkin "duka" yang menyengsarakan. Tapi membuatmu "berduka" jauh lebih menyengsarakanku.

Beginilah caraku mencintaimu. Tidak pernah berhenti meski nasip tak menghendaki. Dan dikemudian hari, aku percaya Tuhan akan memberiku cara untuk "mencicil" rindu yang telah bertumpuk sesak hari ini....

*BuLoVee

Senin, 02 Januari 2012

2012

Bagaimana menjalani hari ini tanpa membawa kesedihan hari kemarin??

Saya mempertanyakan kalimat ini terlalu banyak beberapa hari ini. Tapi sepertinya pertanyaan ini tidak berjodoh dengan jawaban manapun. Karena memang tidak mungkin kita membuang masa lalu. Saya yang sekarang adalah kumpulan dari saya di masa lalu.

Karena hidup bukanlah TUJUAN tapi MENGALAMI, maka jangan berfikir bahwa hidupmu gagal hanya karena kamu tidak mencapai tujuan hidupmu. Saya yakin kamu sudah mengalami begitu banyak pengalaman dahsyat hanya untuk sampai pada kesimpulan gagal atau sukses Fitriani. Jadi, PANTAASKAN dirimu untuk bahagia di tahun ini dan seterusnya....