Saya tidak paham, kenapa tetiba saja ada sepi yang mengendap di hati saya pagi ini. Muncul begitu saja di antara hangat matahari yang baru saja mengendap dan sisa dingin tadi malam.
Tentu saja karena kamu. Dan akan selalau karena kamu. Kesadaran bahwa tidak ada lagi yang tersisa dari kita membuat saya merasa bahwa sudah tidak ada lagi yang terisa dari saya. Perpisahan kita telah menghancurkan segalanya. Tinggalah saya dengan setumpuk ingatan tanpa tanggal kadaluarsa. Seperti orang bebal yang paham sudah saatnya ia pergi tapi menolak melakukan itu. Dan ingatan saya menolak melakukan itu. Ia menolak menyingkirkan kamu bahkan untuk satu hari saja.
Saya hanya tidak paham, kenapa saya harus melakukan itu. Bukankah yang tersisa dari ingatan seperti itu hanyalah duka. Lalu mengapa saya tidak bersedia melepaskannnya. Membiarkan mereka mengendap di alam bawah sadar saya. Kemudian terlupakan. Mungkin hidup saya akan lebih baik jika begitu. Tapi ingatan memilih kehidupan mereka sendiri. Dan mereka jugalah yang memilih bagaimana mereka akan mati dan lenyap dari kepala seseorang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar