Minggu, 15 Juni 2014

Pacar dan Krim Wajah

Memilih pacar itu sama seperti milih krim wajah. Ketika sudah muncul jerawat sebagai efek yang tidak diharapkan, itu pertanda bagi kita untuk mempersiapkan diri untuk memilih krim wajah lain. Hanya "mempersiapkan diri" saja. Sebab, kalau langsung mengganti krimnya, ini akan terdengar tidak adil. Sebab, segala sesuatu butuh waktu. Waktu bagi kulitmu untuk menyesuaikan diri. Waktu bagi krim wajah itu untuk memahami kulitmu dan bekerja sesuai harapan yang dijanjikan. Tapi, jika telah beberapa saat berlalu dan masih tidak menunjukan penyesuaikan diri, tidak menunjukan perubahan, tidak menunjukan perbaikan, itulah waktu yang tepat untuk beralih ke krim wajah yang lainnya.

Jika kita terus memaksakan diri memakai krim wajah tersebut dengan alasan "sudah terlanjur dibeli" meski tidak ada perbaikan pada wajah, kita sudah salah arah. Kita sudah menyimpang dari tujuan awal, yakni punya wajah mulus dan bersih.

Begitu juga dengan pacar. Ketika kita memilih sesorang untuk dipacari atau memacari kita, berilah ia waktu untuk memahami kita. Berilah diri kita sendiri waktu untuk memahaminya. Dan jika, dikemudian hari kita menyadari bahwa pilihan itu tidak membawa kita ke arah perbaikan, tidak membawa kita ke tujuan yang ingin dicapai, yakni "bahagia" maka pergilah.

Jangan bertahan terlalu lama dengan alasan cinta. Jika kita memutuskan untuk bertahan mencintai sesorang dengan alasan cinta, padahal pada kenyataannya hubungan itu tidak mengarah ke perbaikan sama sekali, kita sudah jauh menyimpang dari tujuan awal. Kita mengikat diri dengan orang lain, mencintai dan dicintai dengan keinginan untuk bahagia. Lalu, untuk apa bertahan atau mempertahankan atau dipertahankan jika sebenarnya tidak ada kebahagian di sana.

Rengkuhlan keberanian kita untuk menderita kehilangan. Peluklah keberanian kita untuk sendiri dan kesepian. Karena itu jauh lebih baik ketimbang menyakiti atau disakiti. Pergilah dengan anggapan bahwa dia tidak cocok dengan kita. Bukan karena dia tidak baik atau kita yang tidak baik. Jika kita pergi dengan pemikiran seperti itu, kita telah berlaku tidak adil padanya atau pada diri kita sendiri. Kita meletakkan kesalahan hanya pada satu pihak saja. Padahal, untuk mengikat diri, dibutuhkan kesepakatan kedua belah pihak. Dan jika kesepakatan itu menyakiti, efek sampingnya juga harus ditanggung oleh kedua belah pihak.

Berdamailah dengan perasaan takut kehilangan. Berdamailah dengan krim wajah yang tidak cocok dengan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar