
persetan dengan hidup yang kamu janjikan.
persetan dengan kenangan yang membuatku berantakan.
persetan dengan perbedaan.
kamu yang mendorong saya untuk menjauh, ingat itu!!!!
saya tidak pernah berpikir untuk meninggalkan kamu. bahkan udara saja tidak mampu mengantarkan pikiran itu ke otak saya. meski setiap hari saya berhadapan dengan dengan mereka yang menentang kita hanya karena saya seorang "muslim" dan kamu seorang "kristiani". berkelut dalam tatapan menghakimi, kalimat mencaci maki dan tingkah menusuk hati. pernahkan saya berpikir untuk pergi? tidak Fransiskus Budang. tidak pernah terlintas di pikiran saya untuk pergi dan membiarkan kamu sendiri.
kamu yang mendorong saya untuk manjauh, ingat itu....!!!
kamu yang lebih tahu seberapa saya telah berjuang untuk menutup pertualangan ini dengan akhir yang kita rencanakan. kamu yang lebih tahu seberapa cinta kamu telah beranak-pinak dalam sel-sel otak saya. kamu yang lebih tahu apa saja yang telah saya dan kamu lewati untuk sampai pada kata toleransi sepenuh hati.
kamu tentu ingat, saya, wantia yang kamu pandang manja ini pernah bekerja sebagai SPG hanya untuk meyakinkan kamu bahwa saya bukan wanita yang hanya bisa di ajak becanda, bukan wanita yang hanya bisa dirangkul saat bahagia, bukan wanita yang hanya dibutuhkan saat kamu tertawa, tapi saya adalah wanita yang cukup untuk merangkul kamu lengkap dengan segala duka.
sampai pada puncaknya, masa depan saya sebagai mahasiswa juga saya gadaikan hanya untuk meyakinkan kamu bahwa saya masih berpegang teguh pada kata "selamanya". meski pada akhirnya tetap sia-sia. kamu bukan putih, kamu juga bukan kelam. tapi kamu abu-abu. kamu ingin bahagia tanpa harus mengecap mederita. kamu ingin tetap hidup dalam kasih sayang saya tanpa harus terbebani dengan hubungan yang ditentang hanya karena saya muslim dan kamu kristiani. apa lagi warna yang cocok untuk melambangkan kamu kalau bukan "abu-abu"?
dan sejarah yang baru saja saya lintasi tadi telah membuat saya benar-benar mengerti bahwa saya telah berjuang terlalu keras. kini waktunya untuk berhenti dan mengistirahatkan diri. duduk menikmati secangkir kapucino yang genit. atau kopi tubruk yang lugu.
dan cerita tentang kamu, akan menjadi lelucon kecil di hari tua bersama anak cucu saya menghabiskan senja....!!!!

