Sedang demam [parah] series "Beauty and The Beast". Udah nonton berkali-kali pun tetap ingin nonton lagi. Hal yang paling saya suka dari cerita ini adalah bagaimana si Beast berhenti berusaha untuk menjadi lebih baik dan menerima kekurangannya sebagaia bagian dari dirinya. Dan si Beauty menerima kekuranganya itu sebagai bagian dari mencintai. Sebab cinta tidak melulu masalah "lebih", tapi masalah menerima. Dan penerimaan adalah langkah pertama yang harus diambil untuk bahagia dalam hidup yg tidak selalu sesuai dengan keinginan kita.
Cinta tidak akan membuat kita menuntut orang yg kita cintai menjadi cermin bagi keinginan kita.
Begitulah seharusnya cinta. Membuat kita menerima diri kita sendiri dan menerima dia apa adanya.
Begitulah seharusnya cinta. Membuat dia menerima dirinya sendiri dan kita apa adanya.
Meski ketidaksempuarnaan nampak bahkan dengan mata tertutup, tapi cinta mampu membuat kita menemukan sisi yang membuat kita tetap saling menerima tanpa harus menjadi sempurna. Sebab cinta adalah penerimaan. Bahkan penerimaan terhadap penderitaan sekalipun. Dan cinta pada akhirnya menjadi satu-satunya alasan untuk saling memperjuangkan.
Aku bersedia memeluk penderitaan dengan suka rela hanya untuk mengalami cinta seperti itu. Cinta yang membuat aku diterima dan menerima tanpa syarat. Menerima dia dan diriku sendiri sebagai ketidaksempurnaan yang tidak perlu disempurnakan hanya untuk bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar