Tahun ke 2
Dua tahun yang lalu, saya menangis di bawah hujan. Dengan isak yang hampir membuat saya susah menarik nafas, saya menguatkan hati, menyemangati diri, bahwa hari itu segalanya harus selesai. Derita kita akan berakhir di ujung hari itu.
Masih jelas di ingatan saya, seberapa banyak saya ketakutan hari itu. Saya berharap jalan akan memanjang, hingga saya tidak akan pernah sampai ke rumahmu. Sebab, sepenggal kalimat yang tidak pernah ingin saya katakan sampai kapan pun, hari itu seperti ingin menembusi kepala saya. Saya hanya merasa bahwa saya tidak lagi sanggup menangguhnya.
Bahkan, setelah 2 tahun berlalu, rasa sakit -yang ditimbulkan ketika ingatan tentang hari itu datang- tidak pernah berkurang. Hujan tengah membadai di hati saya saat ini, sama seperti hari itu.
Terlepas dari seberapa banyak duka yang saya terima ketika bersamamu, saya memutuskan untuk menyimpan sebuah kenangan indah sebagai alasan bahwa saya harus melindungi kamu. Melindungi kamu dari segenap penderitaan yang telah kamu terima dan akan kamu terima jika terus bersama saya.
"Saya tidak pernah mencintai manusia melebihi saya mencintai kamu". Ingatlah itu!! Jadi, jika kamu mendapati dirimu menderita karena perbuatan saya, berpeganglah tanpa ragu pada kalimat itu.
Dan di ujung hari, kita bersama-sama melepas simpul perasaan kita dengan sebuah peluk. Dengan tangan yang basah oleh air matamu, aku melepasmu kekasihku. Aku melepasmu. Aku melepasmu. Pergilah yang jauh, jangan biarkan aku menoleh ke arahmu lagi. Jangan buat aku mengusap air matamu lagi. Jangan buat aku mengalami hari ini lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar