
Pertemuan dan perpisahan itu seperti dua muka yang membangun sebuah koin -tidak bisa dipisahkan. Pertemuan adalah pangkal dan perpisahan adalah ujungnya. Sesuatu yang tidak akan pernah bisa dihindari oleh manusia manapun dengan cara bagaimana pun. Dan konsekuensi terbesar dari sebuah perpisahan adalah duka dan luka, walaupun tidak semuanya.
Sebagai orang yang sama-sama mengerti bahwa pertemuan akan berujung pada perpisahan, maka sudah seharusnyalah kita memilih cara yang baik untuk berpisah. Sebuah cara yang pantas untuk dikenang. Sebuah cara yang pantas untuk dipilih oleh orang-orang yang dulunya bertemu, kemudian memutuskan untuk mengikat diri dengan cara yang baik dalam niat yang baik pula. Sebuah cara yang tidak meninggalkan luka menganga bagi pihak manapun.
Tapi kadang, kita justru dihadapkan pada hal sebaliknya. Perpisahan menjadi hal yang paling menyakitkan jika diikuti dengan cerita-cerita mengerikan seperti penghianatan, kebohongan, juga keadaan yang "mengharuskan".
*Segalnya tergantung pada caranya.
Sebagai orang yang sama-sama mengerti bahwa pertemuan akan berujung pada perpisahan, maka sudah seharusnyalah kita memilih cara yang baik untuk berpisah. Sebuah cara yang pantas untuk dikenang. Sebuah cara yang pantas untuk dipilih oleh orang-orang yang dulunya bertemu, kemudian memutuskan untuk mengikat diri dengan cara yang baik dalam niat yang baik pula. Sebuah cara yang tidak meninggalkan luka menganga bagi pihak manapun.
Tapi kadang, kita justru dihadapkan pada hal sebaliknya. Perpisahan menjadi hal yang paling menyakitkan jika diikuti dengan cerita-cerita mengerikan seperti penghianatan, kebohongan, juga keadaan yang "mengharuskan".
*Segalnya tergantung pada caranya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar