Hari ini nonton The Hunger Games di XXI Pontianak. Nontonnya bareng Maridan Sagiant (sahabat serupa kerabat). Aku beli pop corn manis ukuran sedang dan coca cola. Nah, dia beli pulpy orange -rada gak nyambung sih. Karena yang nonton gak ramek, tu bioskop jadi kayak ruang tamu sendiri. Aku bebas ngakak juga ongkang-ongkang kaki.
Back to movie!
Back to movie!
Menurut pandangaku, ni Film menggambarkan bagaimana orang-orang dengan kekuasaan, kekayaan, dan kemampuan yang mereka miliki, menjadikan hidup orang-orang serba tidak memiliki sebagai mainan. Betapa nyawa saja tidak ada harganya di mata mereka.
Intinya, aku gak nyumpah-nyerapah ke luar dari bioskop. Dan tu Film memang pantes buat ditonton. Biar kita, terutama akunya sendiri bisa belajar memikirkan hidup dan mati daripada cuma stagna karena patah hati.
Intinya, aku gak nyumpah-nyerapah ke luar dari bioskop. Dan tu Film memang pantes buat ditonton. Biar kita, terutama akunya sendiri bisa belajar memikirkan hidup dan mati daripada cuma stagna karena patah hati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar