Kejadian hari ini membuatku kembali bersyukur. Sebab aku dan kamu tidak sibuk mencari orang lain untuk disalahkan ketika hubungan kita mulai menyakiti. Aku bersyukur sebab kamu dan aku menerima perpisahan itu dengan baik. Aku bersyukur sebab aku dan kamu mampu melakukan perpisahan yang rapi. Aku bersyukur bahwa aku bertemu denganmu, bukan orang lain yang nantinya sibuk menghitung berapa kerugiannya dan menolak melakukan perpisahan meski itu sudah mesti terjadi. Menganggap cinta sebagai utang budi yang harus dilunasi. Menganggap pengorbanannya harus dibayar dengan harga yang pantas, yakni keinginannya.
Aku bersyukur kamu menjagaku hingga selesai. Aku bersyukur kamu tidak menjadikan hubungan kita sebagai tontonan publik. Aku bersyukur kamu menjadi manusia yang berahasia. Aku bersyukur kamu mencintai dengan cara yang benar. Aku bersyukur cinta membuatmu mampu membedakan hal yang benar dan tidak. Aku bersyukur untuk segalanya.
Aku bersyukur kamu tidak mempermalukanku ketika kamu tidak lagi bisa jadi pilihanku. Aku bersyukur kamu tidak membalas perbuatan buruku dengan perbuatan buruk pula. Aku bersyukur kamu menunjukan cinta yang apa adanya. Aku bersyukur kamu memiliki ambisi yang tidak melukaiku. Aku bersyukur kamu membebaskanku untuk memilih yang baik untukku. Aku bersyukur kamu tidak menjadikanku refleksi dari isi kepalamu. Aku bersyukur untuk kenangan manis yang masih membuatku menangis. Aku bersyukur untuk kenangan buruk yang membuatku membuka mata lebih lebar. Aku bersyukur doa yang kau ucapkan tanpa pernah kutau. Aku bersyukur kamu tidak menjadi monster hanya kerena kehidupan tidak sesuai dengan keinginanmu.
Aku bersyukur untuk segalanya kekasih. Untuk segalanya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar